BUKU TAMU

Tulis di buku tamuTulis di buku tamu:
Silahkan sampaikan pesan, komentar, kritik dan saran Anda di sini.


andre
Sabtu, 16 Januari 2010 18:52 | Manado This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it andrepabalik@yahoo.com
Minta tolong info mengenai Ujian Dinas PI/PG 2009. Thanks.

Agnatasia
Jumat, 15 Januari 2010 14:50 | sidoarjo This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it agnatasia@yahoo.co.id
kepada rekan-rekan sesama CPNS Dephut TA 2009,
yang sabar ya tunggu SPT nya...
kan seperti yang tercantum pada PP No 11 Tahun 2002 tentang Pengadaan PNS, jadi ya kita harus ikuti prosedur.
tetep berdoa dan sabar, tenang...

Tiko Prasetyo
Kamis, 14 Januari 2010 18:17 | Pakalongan This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it Ticko_gtg@yahoo.com
Ass.
Kepada. Admin
Saya ingin menanyakan masalah kantor penempatan,untuk jabatan Auditor pada CPNS Dephut tahun 2009 ini klo boleh tahu nantinya akan menempati Gedung Manggala Wanabakti di lantai berapa ya?trus klo boleh tahu lagi, untuk jabatan Auditor ini nantinya digolongkan sebagai pejabat fungsional atau struktural?
Trimakasih atas info yang di berikan.Wass....
Admin Comment:Balasan Admin:
Kepada saudara Tiko Prasetyo

Untuk penempatan jabatan auditor, saudara dapat melihat alamat berikut ini :

1. Inspektorat Jenderal Wil. I
( Gedung Manggala Wanabakti, Blok VII Lantai 13. Telp (021)5730711/5730713 )

2. Inspektorat Jenderal Wil. II
( Gedung Manggala Wanabakti, Blok VII Lantai 13. Telp (021)5730820 )

3. Inspektorat Jenderal Wil. III
( Gedung Manggala Wanabakti, Blok I Lantai 9. Telp (021)5730364 )

4. Inspektorat Jenderal Wil. IV
( Gedung Manggala Wanabakti, Blok I Lantai 9. Telp (021)5730359 )

5. Inspektorat Khusus
( Gedung Manggala Wanabakti, Blok VII Lantai 14. Telp (021)5730632 )

Jabatan Auditor digolongkan sebagai Fungsional Khusus.

Semoga jawaban tersebut cukup membantu saudara.

wijaya garin
Selasa, 12 Januari 2010 22:01 | Palangkaraya This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it wijayagarin@yahoo.co.id
Dengan Hormat,
Melalui surat ini kami bermaksud melaporkan mengenai permasalahan jual beli Ijazah Sarjana Kehutanan pada Universitas PGRI Palangka Raya yang melibatkan Oknum Dosen dan PNS Departemen Kehutanan.
Saya adalah salah satu mahasiswa kehutanan angkatan tahun 2003 yang melaksanakan wisuda pada tanggal 19 Agustus 2009 lalu. Dalam rangkaian kegitan yudisium yang dilaksanakan tanggal 30 Agustus 2008 saya menemukan kejanggalan yang benar-benar aneh pada peserta yudisium tanggal tersebut, yaitu adanya empat mahasiswa kehutanan dengan tahun angkatan yang sama dengan saya yang juga termasuk dalam peserta yudisium. Saya memang pernah mengenal mereka beberapa tahun yang lalu pada waktu perkuliahan semester I di Universitas PGRI Palangka Raya namun selepas semester I atau pada saat semester II serta semester selanjutnya saya tidak pernah lagi melihat mereka melaksanakan perkuliahan, yang mungkin saya pikir mereka berhenti. Tapi kenyataannya pada saat yudisium yang dilaksanakan tanggal 30 Agustus 2008 nama mereka ada bahkan dengan nilai indek prestasi yang luar biasa. Kapan kuliahnya, kapan ujiannya, kapan skripsinya?
Dengan kejadian tersebut saya berpikir berarti benar apa yang dibicarakan banyak orang bahwa Ijazah pada Universitas PGRI dapat diperoleh tanpa harus kuliah asal ada negosiasi dengan dekan atau ketua program studinya. Bahkan dengan uang yang cukup masalah IP pun dapat diatur nilainya asal jangan melebihi IP 3,6.
Tapi yang lebih mengherankan saya lagi yaitu pada waktu semester awal (2003) seingat saya dari PNS Dephut tersebut yang menjadi mahasiswa baru berjumlah 5 (lima) orang yaitu :
1.N a m a : AGUS BANDI
N P M : 03.11.115.601202.000007
2.N a m a : IDIANSYAH
N P M : 03.11.115.601202.000008
3.N a m a : SYAHRAN
N P M : 03.11.115.601202.000009
4.N a m a : RANDI KAUTSAR
N P M : 03.11.115.601202.000024
5. N a m a : HERYANTO SUMANBOWO
N P M: 03.11.115.601202.000025

Tapi kenapa hanya 4 (empat) orang yang terdaftar pada yudisium atau jangan –jangan yang satu orang an. HERYANTO SUMANBOWO tidak punya keinginan beli Ijazah aspal atau memang tidak punya uang. Padahal bisa saja kan, karena namanya juga terdaftar sebagai mahasiswa pada tahun 2003 tersebut.
Pada saat digelarnya acara wisuda sarjana Universitas PGRI Palangka Raya, saya yakin salah satu dari mereka pasti menjadi lulusan terbaik Universitas PGRI Palangka Raya. Tapi ternyata tidak, bahkan ternyata lulusan terbaik Indek Prestasinya berada jauh dibawah Indek Prestasi empat orang tersebut. Padahal mereka seharusnya merupakan lulusan terbaik pada wisuda tahun ini sebab pada saat yudisium saja IP mereka paling tinggi, bahkan untuk satu angkatan yudisium 2008 Universitas PGRI Palangka Raya tersebut Indek Prestasi merekalah yang sangat luar biasa dan pada saat wisuda saya tidak melihat salah satupun dari mereka hadir dalam acara tersebut. Dari sinilah kecurigaan saya muncul entah apa sebabnya ketidak hadiran mereka dan ada apa dengan Indek Prestasinya yang luar biasa tersebut. Apakah karena nilai tersebut hasil dari beli sehingga mereka bukan lulusan terbaik karena takut ada yang curiga dan menanyakannya. Jika beli berapa rupiah harga yang dibayar untuk mendapatkan IP tersebut tanpa harus kuliah, tanpa harus ujian, tanpa harus skripsi.
Dari sinilah bermula keingin tahuan saya siapa sebenarnya oknum dibalik Ijazah ASPAL yang akan mencoreng nama Universitas PGRI Palangka Raya serta para sarjana yang benar-benar kuliah seperti saya.
Setelah menyelidiki kurang lebih 2 bulan akhirnya terkuaklah pelaku jual beli Ijazah tersebut, yang tak lain adalah mantan Dekan Fakultas Pertanian dan Ketua Program Studi Kehutanan Universitas PGRI Palangka Raya. Terlintas dalam pikiran saya mungkin saja sang mantan dekan kepepet biaya kampanye karena sang mantan dekan mencalonkan diri sebagai caleg dari salah satu partai pada pemilu lalu namun sayangnya gagal (tidak terpilih) dan kejadian tersebut juga terjadi pada saat bulan-bulan kampanye pemilu legislatif.
Modus yang mereka jalankan cukup rapi karena semua keperluan mahasiswa yang meliputi KRS, KHS, dan lainnya semua dilengkapi. Untuk KHS (kartu hasil studi) oknum dosen tersebut bekerja sama dengan oknum Badan Administrasi Kemahasiswaan guna mengeluarkan lembar KHS mahasiswa tersebut dari semester awal hingga akhir. Jadi dapat disimpulkan bahwa semua KRS dan KHS tersebut baru dibuat dan direkayasa. Tentu saja semua diatur dengan rupiah. Tapi saya yakin pasti ada tanda tangan dosen yang dipalsukan dalam pembuatan; Rekap Nilai Mata Kuliah, KRS, Skripsi ataupun lainnya. Karena tidak mungkin dari semua dosen terima uang pelicin bahkan ada dari salah satu dosen kehutanan Universitas PGRI Palangka Raya menyatakan tidak pernah mengenal mereka apalagi jadi mahasiswa mata kuliahnya.
Setelah semua KRS, KHS Asli tapi palsu tersebut terbit, maka dibuatlah lembar Transkrip nilai empat oknum mahasiswa tersebut, dengan menyatakan kelulusannya dan didaftarkan sebagai peserta yudisium tanggal 30 Agustus 2008. tidak begitu lama setelah pelaksanaan yudisum tersebut para mahasiswa tersebut dapat memperoleh Ijazah sarjana dan transkripnya padahal dalam aturan yang tercantum pada keputusan Rektor No.101/PT-PGRI-PR/Q/VIII/2008 dinyatakan pada poin keempat bahwa Ijazah dan Transkrip akan diselesaikan dan diserahkan pada saat/setelah lulusan mengikuti wisuda. Jadi siapa yang menyelesaikan dan menyerahkan ijazah mereka sebelum adanya kegiatan wisuda tersebut atau mungkin keputusan Rektor tersebut hanya sambal kecap belaka?
Dalam jual-beli ijazah ini saya tidak mengetahui apakah Rektor terlibat atau tidak, tapi perlu penyelidikan lebih lanjut dari Bapak.
Menurut informasi yang saya peroleh, harga dari selembar ijazah Sarjana tersebut berkisar antara 12 juta hingga 15 juta rupiah dan ternyata ini sudah merupakan ladang bisnis lama. Sayangnya bukti ataupun copy dari Ijazah tersebut tidak dapat saya lampirkan tapi saya yakin salinan dari empat lembar Ijazah tersebut telah dikirimkan oleh Oknum PNS Departemen Kehutanan tersebut untuk di lakukan proses penyesuaian Ijazahnya ke Departemen Kehutanan. Oleh kerena itu surat ini saya tembuskan ke Departemen Kehutanan sehingga pihak Bapak selaku Ditjen Dikti dapat bekerja sama dengan Pihak Departemen Kehutanan guna penyelidikan lebih lanjut terhadap laporan saya ini. Bukti-bukti lain yang terkait ijazah Aspal tersebut saya lampirkan berikut kejanggalan-kejanggalan yang dapat dilihat dari bukti tersebut saya uraikan pada lampiran.
Untuk membantu penyelidikan bapak saya dapat memberikan masukan,
 Bapak dapat memeriksa bukti skripsi mereka karena skripsi mereka tidak ada dan tidak terdapat pada perpustakaan maupun fakultas pertanian Universitas PGRI Palangka Raya. Jikalau adapun berarti baru dibuat atau direkayasa, tetapi dimana dan kapan mereka melakukan penelitian pasti tidak akan dapat mereka buktikan serta kapan ujian proposal maupun skripsi digelar dan dihadiri siapa saja, mereka pasti tidak akan bisa buktikan. Kalaupun direkayasa pasti ketahuan.
 Melakukan pemeriksaan pada setiap mata kuliah dengan Dosen pengampu mata kuliah tersebut apa benar pernah memberi nilai mata kuliah bagi mahasiswa tersebut. Karena saya tidak pernah melihat mereka melaksanakan kuliah ataupun ujian pada beberapa mata kuliah yang saya ambil padahalkan semestinya kami satu ruang kuliah karena program studi dan angkatan kita sama.
Permasalahan ini benar-benar telah mencoreng nama Universitas serta sistem pendidikan pada Universitas PGRI Palangka Raya. Jika tidak segera ditindak lanjuti maka saya yakin pasti akan bermunculan dan beredar lebih banyak lagi ijazah-ijazah asli tapi palsu lainnya. Dan saya yakin pasti masih banyak lagi ijazah ASPAL lainnya yang sudah beredar selain dari 4 lembar ijazah oknum PNS Departemen Kehutanan tersebut karena dari database program studi banyak kejanggalan saya temui. Secara rinci terurai pada lampiran.
Demikian informasi dan laporan ini saya sampaikan agar dapat segera ditindak lanjuti dan tanpa mengurangi rasa hormat kami kiranya bapak dapat maklum jikalau saya tidak dapat mencantumkan nama atau identitas kami (demi keamanan kami), tapi sepenuhnya kami para alumnus (yang benar-benar kuliah) akan mendukung segala upaya dan tindak lanjut dari bapak. Harapan kami semoga dengan terbukanya kasus jual beli ijazah ini akan memutus mata rantai jaringan jual-beli ijazah yang telah mencemarkan nama baik Universitas PGRI Palangka Raya.
Terima kasih.

Lampiran : Uraian kejanggalan dari bukti yang diperoleh.
Sumber dapat dilihat pada http://www.evaluasi.or.id

1. Pada tahun 2003, 5 (lima) orang PNS Dephut secara bersama-sama mendaftar sebagai mahasiswa baru. Masing-masing bernama :
Agus Bandi
Idiansyah
Syahran
Randy Kautsar
Heryanto Sumanbowo

2. Pada semester ke-2, lima orang mahasiswa tersebut sudah tidak aktif kuliah lagi (tanpa keterangan/pemberitahuan yang jelas) hingga sampai dengan tahun 2008. Anehnya data pada Epsbed, Pada semester ke-7 (ganjil) 2006/2007 nama lima mahasiswa tersebut ada bahkan dinyatakan aktif dan telah mengantongi 136 SKS. (kapan kuliahnya?)dan lebih aneh lagi pada semester genap tahun 2007/2008 lima mahasiswa tersebut dinyatakan lulus. Tapi an.Heryanto Sumanbowo tidak tercatat lulus tapi yang lulus adalah mahasiswa yang bernama Nilus dengan nomor induk mahasiswa (NIM) sama dengan NIM dari an. Heryanto Sumanbowo (lihat;tercatat pada ijazah). Aneh apa bisa satu NIM untuk dua orang mahasiswa. Untuk atas nama NILUS kapan daftar mahasiswanya hingga tiba-tiba ada namanya sebagai alumnus?
3. Empat orang mahasiswa (Agus Bandi, Idiansyah, Syahran, Randy Kautsar) dinyatakan lulus pada tanggal 30 Juni 2008. namun kenapa data pada Epsbed tanggal pelaksanaan/SK Yudisium malah tanggal 17 Juli 2007 bahkan nomor ijazah yang digunakan pun adalah Ijazah sarjana tahun 2007. atau jangan-jangan lembar Ijazah yang digunakan adalah sisa lembar Ijazah Wisuda Tahun 2007 karena universitas PGRI Palangka Raya terakhir melaksanakan wisuda Tahun 2007 (sebelum wisuda 19 Agustus 2009).

Dari data diatas serta bukti-bukti ini semoga dapat membuka seluruh kasus Ijazah asli tapi palsu yang telah beredar dan entah sudah berapa puluh lembar yang sudah tersebar.
Yang jelas tercatat dan terjadi kejanggalan saja sudah dapat dilihat berapa jumlahnya apalagi yang tidak tercatat karena faktanya jumlah mahasiswa aktif pada setiap semester dapat dihitung dengan sebelah tangan tapi nyatanya pada saat yudisium atau wisuda banyak sekali yang lulus dan terlihat wajah-wajah baru yang tidak pernah kami lihat sebelumnya. Perlu saya beritahukan jika kasus ini tidak segera diusut maka akan lahir lagi sarjana beli dari Dephut (2 orang) an. Andik Setiawan & Heriyanto Sumanbowo. Dua orang tersebut telah melaksanakan negosiasi ke fakultas pertanian guna menyusul keberhasilan 4 orang rekannya.
Dari uraian diatas juga dapat kami simpulkan bahwa sungguh sangat lemahnya pengawasan pemerintah terutama Kopertis XI terhadap kegiatan studi pada perguruan tinggi swasta di Kalimantan Tengah. Bagaimana Negara ini bisa maju jika sarjana yang bekerja sebagai aparatur Negara adalah sarjana beli yang didukung juga oleh perguruan tinggi tanpa mutu.
Tindak Tegas para Pelaku pembuat maupun pengguna Ijazah Aspal tersebut Pak.

Admin Comment:Balasan Admin:
kepada saudara wijaya garin.
laporan anda sedang kami telusuri.

terima kasih atas informasinya.

arifin
Selasa, 12 Januari 2010 18:19 | Sintang This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it raefiel@gmail.com
tolong info hasil ujian dinas PI/PG di Kalbar


2522
Pesan dalam buku tamu
<< Start < Sebelum 421 422 423 424 425 426 427 428 429 430 Lanjut > Akhir >>